Upaya Meningkatkan Kesadaran Santri dalam Bercocok Tanam Pada Masa Pandemi Covid-19 di Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Falah II Nagreg

Oleh Devi Adzka Maulani

Kurang lebih 2 Tahun dunia tertimpa oleh musibah panjang yaitu Covid-19 yang membuat sistem ekonomi ikut menurun, banyak pedagang kaki lima yang harus berhenti berkeliling karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Mayarakat, selain itu angka kematian terus menaik karena banyak sekali masyarakat yang terkena virus karena tidak dapat menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Tepat pada tanggal 13 Oktober kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Falah Cicalengka melaksanakan salah satu mata kuliah wajib yaitu Kuliah Kerja Mahasiswa from home, adapun yang dimaksud dengan from home adalah seluruh kegiatan KKM-FH hanya dilakukan di daerah rumah masing-masing atau domisili tempat tinggalnya.

Karena  pada saat itu saya dan rekan peserta KKM-FH Nagreg sedang bertempat di pesantren, ahirnya kami memutuskan untuk melaksanakan KKM-FH di Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah II Nagreg yang berlokasi di Jl. Raya Nagreg Km. 38 Rt. 003/008 Desa Nagreg, Kabupaten Bandung.

Melihat situasi dan kondisi saat ini, peserta KKM-FH Nagreg memutuskan untuk mengadakan program kerja yang salah satunya bercocok tanam dengan tujuan meningkatkan kesadaran santri dalam bercocok tanam. keadaan kebun Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah II Nagreg pada saat itu, tidak terurus karena kurang nya pemahaman tentang bercocok tanam. Salah satu mahasiswa peserta KKM-FH Nagreg yakni Siti Aisyah Sufiah berinovasi untuk memanfaatkan kebun yang telah lama tidak ditanami dan diurus.

Adapun jeni-jenis sayuran yang akan di tanami adalah kangkung, bayam, selada, sawi putih, cabai, dan daun bawang. Media yang dipakai adalah media hidroponik dan metode tanam di polibag. Hidroponik adalah salah satu media tanam yang dalam pelaksanannya tidak menggunakan tanah, melainkan menggunakan air, Rockwoll dan pupuk nutrisi. Sedangkan maksud dari tanam di polibag adalah menanam tanaman di plastik berwarna hitam dengan lubang-lubang kecil sebagai sirkulasi untu menanam tanaman. 

Sebelum menanam bibit yaitu menggemburkan tanah, adapun langkah-langka menggemburkan tanah yaitu 1) Tanah di beri air, 2) Tanah diberi pupuk kompos, 3) Tanah diberi gabah, 4) lalu dicampurkan dan dimasukan ke Polibag. Setelah menggemburkan tanah dan dimasukan ke polibag lanjut dengan menanam bibit, bibit yang ditanam yaitu bibit bayam, kangkung, selada, daun bawang dan tanaman sayur yang sudah di semaikan. 

Sedangkan untuk penananam media hidroponik langkahnya yaitu 1) masukan Rockwoll ke dalam pot mini yang khusus untuk hidroponik. 2) masukan tanaman yang sudah di semaikan ke dalam rockwoll. 3) masukan pot mini ke dalam pipa air yang sudah di isi air.

Alhamdulillah bercocok tanam sayur telah terlaksana namun untuk saat ini masih belum siap untuk dipanen. Semoga hasil dari bercocok tanam sayuran ini dapat bermanfaat bagi santri dan pengurus Pesantren Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah II Nagreg.

Komentar